Harga Minyak Dunia Terbaru (Hari Ini)

Harga Minyak Dunia Terbaru (Hari Ini)

Harga Minyak Dunia Terbaru (Hari Ini) – Harga minyak dunia terpantau mengalami penurunan sejak hari Kamis WIB. Salah satu penyebab adanya penurunan harga tersebut ialah persediaan minyak di Amerika Serikat yang terus meningkat hingga pekan ke 9 secara berturut-turut. Bahkan yang lebih menghebohkan, limpahan stok minyak yang dimiliki oleh Amerika Serikat bahkan telah melampaui batas maksimal pasar. Tingginya stok minyak ini rupanya memunculkan suatu kekhawatiran tersendiri bagi pihak yang berkaitan terhadap pasokan minyak global. Berdasarkan data yang berasal dari Badan Informasi Energi AS (EIA), pada pekan lalu, stok minyak mentah yang dimiliki oleh Amerika Serikat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni mencapai 8,2 juta barel atau naik sebesar 7,7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu di waktu yang sama. Dalam hal ini, Amerika Serikat tentunya telah mengantongi jumlah minyak yang cukup tinggi, yakni mencapai 528,4 juta barel.

Berbicara mengenai pasokan minyak mentah di Amerika Serikat. Negara ini sendiri mengalami penurunan sekitar USD 2,86, sehingga bertengger di angka USD 50,28 per barel jelang pengiriman minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) pada bulan Agustus di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, berbicara mengenai harga minyak dunia hari ini untuk pengiriman bulan Agustus mendatang, minyak mentah Brent North Sea telah berakhir di angka USD 53,11, tepatnya di London ICE Futures Exchange.

Pada Senin waktu setempat atau hari Selasa pagi WIB, harga minyak mentah dunia cukup beragam. Ketidakstabilan harga minyak tersebut disebabkan oleh berbagai penyebab. Selain disebabkan adanya kenaikan produksi Amerika Serikat, hal ini juga dimungkinkan adanya perpanjangan pemotongan produksi yang diterapkan oleh perkumpulan minyak atau yang biasa dikenal dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Bahkan yang lebih menghebohkan, pada hari tersebut, Irak mengungkapkan bahwa OPEC kemungkinan besar akan melakukan perpanjangan pemotongan produksi hingga paruh kedua di tahun 2017. Berkaitan dengan produksi minyak di Amerika Serikat, hingga saat ini terpantau kembali mengalami peningkatan sekitar 1,4 juta barel tiap harinya pada tahun 2022 mendatang. Hal ini berlaku jika harga yang ditawarkan masih berada dalam harga yang tetap dan stabil, yakni sekitar USD60 per barel. Bahkan, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes sendiri rupanya melakukan penambahan rig minyak pada akhir 3 Agustus lalu. Dengan ditambah sebanyak tujuh rig, maka jumlah rig minyak meningkat hingga 609. Pencatatan angka yang paling tertinggi sejak Oktober 2015 silam.

Baca Juga 3 Artikel Populer Kami :

Sebelumnya, tepatnya pada pekan lalu, harga minyak dunia terkini menetap di harga yang lebih rendah ketimbang hari sebelumnya. Hal ini berdasarkan sebuah data yang menampilkan adanya kepatuhan dalam merealisasikan keputusan yang telah disepakati terhadap pemotongan produksi yang ingin dicapai oleh berbagai produsen besar yang pada tahun 2016 lalu masih cenderung melemah. Bahkan berdasarkan informasi dari media-media luar negeri, produksi dari minyak Rusia di bulan Fenruari sendiri cenderung stabil dan tidak berubah dari bulan Januari. Dalam hal ini, potongan yang tersedia jelas terlampau sedikit, yakni hanya sekitar sepertiga dari tingkat yang telah disepakati oleh berbagai pihak di bawah naungan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Harga minyak dunia 2017 tak terlepas dari pengaruh penguatan dolar Amerika Serikat. Dimana pemberian harga terhadap minyak tersebut dihargakan dalam greenback. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat jika dijual dalam mata uang lain akan cenderung lebih mahal bagi para pembelinya. Penyebab kenaikan dolar terhadap mata uang lainnya juga dipengaruhi oleh berbagai hal. Salah satunya ialah sejumlah komentar hawkish yang berasal dari para pejabat Federal Reserve Amerika Serikat yang cenderung memberikan dukungan terhadap spekulasi pasar. Dimana tujuannya ialah untuk menaikkan suku bunga pada akhir bulan Februari ini. Perlu Anda ketahui, indeks dolar Amerika Serikat yang melakukan pengukuran pada greenback terhadap 6 mata uang lain mengalami persentase peningkatan yang cukup tinggi, yakni sekitar 0,44%. Oleh karena itu, indeks dolar tersebut terpantau mencapai 102,230 pada penutupan perdagangan hari Kamis, 2 Agustus 2017 lalu.

Sedangkan pada pekan ini, tepatnya pada hari Selasa setempat atau hari Rabu pagi WIB, harga minyak dunia saat ini kembali bertengger di angka yang cukup mengejutkan. Penekanan ekspetasinya kembali mengalami kenaikan terhadap persediaan minyak yang terdapat di Amerika Serikat. Berkaitan dengan hal ini, seorang analis memprediksi bahwa persediaan minyak di Amerika Serikat cenderung mengalami peningkatan dan terus merangkak naik ke rekor yang paling tinggi. Prediksi ini tentunya dengan beracuan terhadap data yang akurat. Bahkan, Badan Informasi Energi AS (EIA) kabarnya akan segera meluncurkan sebuah laporan terkait status dan ketersediaan bahan bakar minyak pada hari Rabu waktu setempat.

Harga minyak dunia hari ini per barel kembali menguat, bahkan pada tahun 2022 mendatang akan mencapai dalam kisaran 1,4 juta. Hal ini berlaku jika harga ketetapannya berada di kisaran USD60 per barel. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Badan Energi Internasional (IEA). Sedangkan pada hari Senin lalu, penguatan harga minyak ini tak terlepas dari produksi minyak AS yang kian membengkak.

Seperti dikutip dari Reuters pada Senin, 27 Februari 2017 lalu, harga minyak dunia per barel jenis Brent LCOc1 mengalami peningkatan yang cukup drastis. Kendati demikian, harga minyak patokan AS West Texas Intermediate (WTI) CLc1 cenderung stabil dan tidak mengalami penurunan atau kenaikan harga sedikit pun, dimana ia masih berada di level USD53,99 per barel. Pada pekan sebelumnya, harga minyak rupanya jatuh tersungkur dalam angka yang cukup mengecewakan. Hal ini terjadi usai data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan adanya persediaan minyak mentah yang dimiliki oleh Amerika Serikat yang terus mengalami kenaikan selama sepekan penuh. Meskipun demikian, pasar global rupanya mampu menunjukkan angka yang makin ketata, yakni bertengger di kisaran harga USD4 hingga USD5. Hal ini berlangsung sejak bulan November 2016 lalu.

Keputusan yang diboyong oleh OPEC tentunya memberikan kejutan tersendiri untuk pasar global yang berpengaruh terhadap harga minyak dunia per liter. Terlebih lagi bagi para negara yang merupakan produsen minyak terbesar dunia, contohnya Irak dan Uni Emirat Arab. Kendati demikian, negara-negara yang terkena imbas dari pemotongan produksi tersebut bertekad untuk mengejar ketertinggalan terhadap target yang ingin dipenuhinya. Berkaitan dengan hal ini, International Energy Agency menurutkan bahwa 90% anggota yang terdaftar dalam OPEC mampu menaati berbagai peraturan yang diterapkan guna menjalankan kebijakan terhadap pengurangan produksi yang berlangsung sejak Januari, dimana angka produksinya rata-rata mencapai 88%.

Yang lebih mengejutkan, Arab Saudi selaku salah satu produsen minyak sendiri menawarkan diri untuk memangkas produksi minyak yang dihasilkannya. Produksi minyak yang cenderung turun tentunya memungkinkan harga minyak dunia turun pula. Bahkan beberapa waktu lalu, Riyadh diketahui tengah melakukan penyerangan terhadap OPEC. Penyerangan ini bertujuan untuk melakukan pembatasan terhadap pasokan minyak, serta untuk meningkatkan harga yang telah mendapatkan kesepakatan bersama.

Harga Minyak Dunia Hari Ini

Minyak dan Gas Bumi
Index Unit Harga +/- +/-
(%)
Kontrak
CO1:COM
Brent Crude (ICE)
USD/bbl 52,56 +0,66 +1,27% May 2017
CP1:COM
Crude Oil (Tokyo)
JPY/kl 37.020,00 +480,00 +1,31% Aug 2017
NG1:COM
Natural Gas (Nymex)
USD/MMBtu 3,00 +0,02 +0,67% Apr 2017
CL1:COM
WTI Crude Oil (Nymex)
USD/bbl 49,67 +0,58 +1,18% Apr 2017
Update Terakhir : 10 Agustus 2017, pukul 14:00
Produk BBM
Index Unit Harga +/- +/-
(%)
Kontrak
QS1:COM
Gasoil (Nymex)
USD/MT 467,00 +4,75 +1,03% Apr 2017
HO1:COM
Heating Oil (Nymex)
USD/gal 153,83 +1,23 +0,81% Apr 2017
JX1:COM
Kerosene (Tokyo)
JPY/kl 46.590,00 +250,00 +0,54% Sep 2017
XB1:COM
RBOB Gasoline (Nymex)
USD/gal 163,11 +1,43 +0,88% Apr 2017
Update Terakhir : 10 Agustus 2017, pukul 14:00
Produk Emisi
Index Unit Harga +/- +/-
(%)
Kontrak
MO1:COM
ECX Emissions (ICE)
EUR/MT 5,13 + % Dec 2017
Update Terakhir : 10 Agustus 2017, pukul 14:00

NB : Harga di atas kami dapatkan dari situs hargaminyak.net, dan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa adanya informasi.

Sekian informasi mengenai Harga Minyak Dunia Terbaru (Hari Ini), semoga dapat membantu Anda dan terimakasih.

Harga Minyak Dunia Terbaru (Hari Ini) | EEERRR | 4.5
/* */
Selamat Datang di EKSPERILUNEM>COM

Kl1k Tand4(x) 2 Kali Untuk Tutup

Terimakasih Sudah Berkunjung:*